29 September 2009

SUBAIM Ladang CERMIN DIRI

Alhamdulillah, syukur atas karunia yang telah di berikan sang pemberi rizki ilahi rabbi, setelah 2 tahun hijrah dari manado dan bermukim di daerah yang kaya akan bermacam-macam hasil bumi mulai dari bidang pertanian sampai pertambangan, subaim telah menerpa dan banyak mengajari saya akan arti dari sebuah kerja keras.
Di tahun pertama perkawinan dan berstatus kerja di salah satu sub kontraktor perusahan Nickel (PT.Roda Nusantara) di bidang IT merupakan impian awal yang menjadi awal kebanggaan setidaknya sebagai seorang suami dari isteri yang juga terdaftar sebagai karyawan di perusahan induk tambang (PT. Kemakmuran pertiwi Tambang).
Dengan penghasilan (upah; september 2007) 2,7 juta setiap bulan yang diberikan tuk status karyawan kontrak, merupakan nilai plus dan mengubur rasa kecewa pada saat resign dari tempat kerja pertama saya CVK. H.O Kombos Manado, Anak perusahan PT. hasjrat Abadi.selain itu mengobati rasa rindu akan lingkungan, keluarga, para sahabat dan suasana perkotaan yang ada di manado.
jujur bukan karna nominal upah yang membuatku hengkang dari tempat kerja dulu,tapi rasa ingin mencoba sesuatu yang lebih yang bisa mengeluarkan sosok karakter kedirian yang banyak orang sebut cita-cita.
Setiap orang punya cita-cita, jangankan manusia induk hewan saja sebagai makhluk yang dibekali insting terbatas punya keinginan tuk melatih anak-anaknya tuk bisa terbang, berenang,menerkam,membuat perangkap, sampai membunuh sekedar proses bertahan hidup.itu adalah cita-cita atau sosok karakter kedirian yang dimiliki mahluk bernama induk binatang yang secara kontinu diajarkan kepada anak-anaknya.
Dan pastinya manusia memiliki keinginan yang lebih daripada itu dan disaat tertentu keinginan kadang bertolak dengan realitas disekitanya.Disaat merasa telah menemukan dunianya karna bekerja di bidang IT walaupun itu cuman sebuah divisi yang dibentuk tuk menangani berbagai problematika yang menyangkut pengolahan data,maintenance,sampai tukang kirim dan terima email. ada gejolak batin yang berkecamuk seolah berubah wujud lain yang duduk dan mengamati sambil mengomentari apa saja yang ku lakukan...
Dengan bahasa khasnya "Apa da Cocok...?"yang terus terulang di sela-sela otakku berpikir.saking seringnya pertanyaan itu hadir kadang apa yang ku lakukan bukannya selesai malahan banyak masalah baru.sosok itu rasanya baru kemarin lahir, tapi nyatanya da bisa mempengaruhiku. apa memang saya mudah terpengaruh?...ini hanya bisa di jawab langsung. sepertinya sosok itu sedemikian sempurna karena berada dalam inkubator dengan ekosistem memamabiak yang tumbuh subur di lingkungan tambang. ya yang paling cerdas memoles muka itulah jaminan meraih jabatan dan pastinya tunjangan, gaji, dan sebagainya.
ingin rasanya berkenalan dan menanyakan langsung apa maksud dari pertanyaan yang terus dilontarkannya..

1 comment: